Perlukah Slogan “Pasek Bersatu”?

pasek-bersatuSlogan persuasif yang mengajak semeton Pasek untuk bersatu belakangan ini sering terdengar. Apa yang sedang terjadi dengan Pasek, mengapa disarankan bersatu? Memangnya Pasek sedang pecah bin hancur lebur? Ataukah warga Pasek lagi latah sebagaimana yang banyak terjadi di beberapa lingkungan masyarakat ketika sedang bersiap menghadapi hajatan politik maupun situasi yang dianggap mengancam eksistensi kemandirian lingkungannya.

Pengurus MGPSSR Desa pakraman Sampalan Dikukuhkan

pengukuhan-mgpssr-desa-sampalanSatu lagi pengurus MGPSSR tingkat Desa hadir di kabupaten Klungkung. Setelah semeton Pasek di desa Pakraman Kemoning dan desa Takmung membentuk pengurus MGPSSR Desa, kali ini giliran semeton Pasek di desa Pakraman Sampalan yang membentuk kepengurusan MGPSSR. Pengukuhan ini dilaksanakan di rumah salah satu pengurus yang sekaligus sebagai Sekretariat MGPSSR Desa Pakraman Sampalan yakni di rumah I Gede Sumantra, banjar Bucu desa Paksebali, Rabu, 9 November 2016.

Kronologi Yadnya Massal MGPSSR Klungkung Tahun 2016

ngaben1Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya Massal MGPSSR Klungkung yang digelar selama bulan Agustus tahun 2016 berakhir sudah. Yadnya Massal yang membuat sesak Pebasmian Tegal Linggah berakhir pada tanggal 25 Agustus 2016. Bagaimana tidak sesak, untuk Pitra Yadnya saja diikuti oleh 79 sawa, Ngelungah 80 sawa, tambahan peserta Ngeroras 79 sawa, dan Nuntun 65 sawa. Berikut kronologinya :

Rayakan HUT Pertama, MGPSSR Desa Kemoning Gelar Diklat

pelatihan-mgpssr-kemoning2 Hari Minggu, 7 Agustus 2016, Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Desa Kemoning merayakan hari ulang tahunnya yang pertama. Tak ada acara tiup lilin ataupun balon-balon yang bertebaran, namun dirayakan dengan menggelar pelatihan terkait Upacara Manusa yadnya yaitu Metatah. Hadir sebagai narasumber Ida Nak Lingsir dari Geria Sanur, Denpasar. Kegiatan yang digelar di rumah dr. Putu Suasta ini diikuti oleh seluruh pengurus MGPSSR Desa Kemoning dan dihadiri pula oleh Ketua dan Sekretaris MGPSSR Klungkung, Ketua dan Sekretaris MGPSSR Kecamatan Klungkung, Ida Nak Lingsir dari Gria Pekandelan serta Ida Bhawati Wayan Sudiarta.

MGPSSR Klungkung Gelar Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya Massal

Ngajum KajangDalam rangka memfasilitasi umat Hindu dalam melaksanakan yadnya yang satwika, MGPSSR Klungkung kembali akan mengadakan Pitra Yadnya & Manusa Yadnya Massal yang terbuka untuk umum dan tidak disertai kewajiban ngayah/pepeson.

Pitra Yadnya yang kedua kalinya ini akan diadakan di Tegal Linggah, Semarapura Kangin, 19 – 26 Agustus 2016 dengan jadual sebagai berikut :

  • Ngaben :  21 Agustus 2016
  • Ngeroras & Manusa Yadnya : 22 Agustus 2016
  • Nuntun : 23 Agustus 2016
  • Tirta Yatra : 24 – 26 Agustus 2016

Pasek ?? Apaan Sih ??

foto 1Ketika MGPSSR telah mulai mengembangkan sayap untuk merangkul semeton agar bisa “sadar diri”, namun masih banyak di antara semeton Pasek sendiri yang justru belum bergeming. Kegundahan ini diungkap secara lugas oleh Bli Tut Sumarya dalam tulisan berikut :

Pasek sering dikatagorikan hanya sebagai pelengkap. Bahkan ada yang sampai menganggapnya hanya pelengkap penderita. Hal itu antara lain sebagai akibat pasca penguasaan Bali oleh Majapahit, di jaman baheula dulu, mereka lebih suka di posisi jaba. Mayoritas dari mereka tetap melaksanakan bela negara namun tidak doyan kekuasaan. Sebagian besar keseharian mereka digunakan hanya untuk memelihara tri mandala peninggalan para pendahulunya yang warga wed Bali.

Pesamuan I MGPSSR Klungkung Dibuka Bupati Klungkung

pesamuan1Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta membuka secara resmi Pesamuan I Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Klungkung Minggu (17/4/2016) bertempat di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati yang didampingi Ida Dalem Smaraputra, Ketua MGPSSR Provinsi Bali Wisnu Bawa Temaja dan Ketua MGPSSR Kabupaten Klungkung I Wayan Sudiarsa. Acara Pesamuan I ini dihadiri oleh Ida Pandita Mpu, Pinandita dan para Klian Dadia/Panti/Paibon Pasek sekabupaten Klungkung yang berlangsung dari pukul 12.00 – 15.00 WITA.

Rangkaian Yadnya Kolektif Pengujung Tahun 2015 Berakhir

metatah_tusanTiga yadnya kolektif yang digelar MGPSSR Klungkung di pengujung tahun 2015 berakhir Minggu, 27 Desember 2015 kemarin, yakni dengan usainya Manusa Yadnya Kolektif yang diselenggarakan di Geria Agung Gelgel Winangun, desa Tusan. Manusa Yadnya Kolektif yang terdiri atas metatah, menek deha/teruna dan mapetik rambut ini sekaligus mengakhiri kinerja panitia pelaksana yang diketuai oleh Mangku Komang Sumerdana.

Yadnya Massal MGPSSR Klungkung di Ujung Tahun 2015

yadnya massal 2015Di pengujung tahun 2015, MGPSSR Klungkung kembali menggelar Yadnya Massal sebagai berikut :

1. BAYUH SAPUH LEGER
Dilaksanakan pada saat Tumpek Wayang, 7 Nopember 2015 bertempat di Geria Giri Kusuma, Pangi, desa Pikat, kecamatan Dawan. Biaya hanya Rp. 500.000,- per orang

2. BARUNA PRETISTA
Dilaksanakan saat Hari Raya Banyupinaruh, 29 Nopember 2015 bertempat di Pantai Goa Lawah, desa Pesinggahan, Dawan. Peserta diharapkan membawa pejati dan punia sakesidan.

Filosofi Tumpek Uye

tumpek uyeSaniscara Kliwon wuku Uye dirayakan sebagai Tumpek Uye atau sering juga disebut Tumpek Kandang. Untuk memahami filosofi dari rahinan ini, menarik untuk dibaca kajian dari Jro Gede Putra Bhaskara berikut……
Sejak jaman dahulu para leluhur kita sudah dekat dengan alam, beliau telah mewarisi kearipan lokal Bali yaitu “Tri Hita Karana” khususnya hubungan manusia dengan alam termasuk hewan yang ada di muka bumi ini.Leluhur kita telah memanfaatkan hewan peliharaannya sebagai sumber daya ; seperti sapi yang membantu membajak sawah, kuda sebagai alat transportasi untuk bepergian, tetapi saat ini sudah digantikan dengan traktor dan kendaraan lain motor dan mobil. Disamping itu ada juga hewan rumahan seperti anjing sebagai penjaga rumah dan kucing sebagai penghalau tikus di dapur dan dilumbung.